Rabu, 24 Agustus 2011

Peningkatan Penjualan Kargo

ANALISIS STRATEGI BISNIS DALAM RANGKA MENINGKATKAN PENJUALAN KARGO ROYAL BRUNEI
AIRLINES PADA RUTE JAKARTA – BANDAR SERI BEGAWAN TAHUN 2010/2011



SKRIPSI



OLEH
ROESADANIA
NIM 2241 07 213



BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Didalam dunia perekonomian, negara Indonesia sudah memasuki arus globalisasi (kerja sama perdagangan bebas antar negara). Arus globalisasi memberikan dampak terhadap pembangunan ekonomi di negara Indonesia. Didalam dunia penerbangan semua kegiatan harus dilakukan dengan sangat cepat, tepat dan akurat. Kemajuan industri khususnya di bidang jasa transportasi udara telah berkembang pesat, terutama peran sebuah bandar udara sebagai salah satu kegiatan perekonomian, baik sebagai arus pengangkut penumpang maupun barang (kargo) menjadi pusatnya.
Di Indonesia sudah banyak perusahaan yang berdiri untuk bersaing dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan (customer). Dalam menghadapi kondisi perdagangan bebas saat ini, perusahaan memiliki banyak alasan dalam merumuskan dan mengimplementasikan strategi yang menentukan, melanjutkan, atau memperluas keterlibatan perusahaan tersebut terhadap persaingan global. Untuk itu setiap perusahaan penerbangan harus mengubah strategi pemasaran atau strategi bisnis dalam penjualannya untuk dapat meningkatkan dan mengembangkan usahanya sehingga dapat bersaing dengan perusahaan transportasi yang lain. Kebijakan yang diambil perusahaan penerbangan dalam bidang pemasaran akan mempengaruhi volume penjualan. Di samping itu moda angkutan yang digunakan dalam memudahkan proses pengiriman barang tidak
hanya melalui moda angkutan udara namun juga melalui moda angkutan darat (container), moda angkutan laut (shipping line) dan moda angkutan udara (air cargo).
Ekspor bisa menjadi peran yang penting dalam meningkatkan perekonomian negara. Ekspor adalah pengiriman barang ke luar negeri, sehingga memiliki peran strategis dalam menunjang tugas pemerintah untuk memperoleh devisa negara dan sumber dana bagi pembangunan. Perusahaan jasa pengiriman kargo termasuk kedalam sektor yang cukup prospektif di masa depan. Di tengah krisis yang melanda Indonesia sejak beberapa tahun terakhir, justru perusahaan jasa pengiriman kargo banyak yang berkibar.
Royal Brunei Airlines sebagai perusahaan penerbangan yang telah berdiri sejak tanggal 18 November 1974 dan didukung oleh tenaga kerja ahli bidangnya, membuat maskapai penerbangan (airlines) ini berpengalaman dalam membaca keinginan pengguna jasa yang dapat berubah kapan saja, dan mampu bersaing dengan maskapai penerbangan (airlines) lain. Untuk mengembangkan ekspansi usahanya dari perusahaan pengangkutan penumpang sampai dengan pengangkutan barang (kargo) yang mementingkan keselamatan, kecepatan, dan pelayanan yang memuaskan.
Royal Brunei Airlines menjalin kerjasama dengan PT Gapura Angkasa dalam operasional pengiriman kargo dimana PT. Gapura Angkasa berperan menyediakan sarana dan prasarana penanganan kargo. Royal Brunei Airlines memiliki armada penerbangan yang memadai untuk melakukan pengiriman kargo ekspor ke berbagai yang sudah menjangkau benua Asia Australia bahkan Eropa sebagai negara tujuan pengiriman kargo ekspor. Seiring dengan semakin ketatnya persaingan maka Royal Brunei Airlines harus memiliki strategi distribusi yang optimal agar proses pengiriman kargo ekspor meningkat yang bertujuan untuk menarik pelanggan.
Setiap perusahaan memiliki strategi dalam melakukan usaha bisnisnya, walaupun perusahaan tersebut informal dan tidak berstruktur. Oleh karena itu banyak perusahaan yang menggunakan metode analisis SWOT. Penggunaan analisis SWOT ini dimulai dari menyusun strategi untuk mengalahkan musuh dalam setiap pertempuran, sampai menyusun strategi untuk memenangkan persaingan bisnis. Analisis SWOT tidak hanya di pakai untuk menyusun strategi di pertempuran saja, melainkan banyak di pakai dalam penyusunan perencanaan strategi dalam bisnis (strategic business planning) yang bertujuan untuk menyusun strategi-strategi jangka panjang sehingga arah dan tujuan perusahaan dapat dicapai dengan jelas dan dapat segera di ambil keputusan, berikut semua perubahannya dalam menghadapi pesaing.
Jadi sebuah perusahaan sudah lama terlibat ataupun baru masuk dalam dunia bisnis, perusahaan tersebut tetap memerlukan perencanaan bisnis yang akurat, sehingga dapat memusatkan perhatian pada posisi bisnis tersebut. Kemudian, untuk mengetahui ke arah mana perusahaan akan pergi, bagaimana mencapainya serta tindakan apa yang perlu dilakukan agar dapat memaksimalkan kekuatan dan merebut peluang yang ada, sehingga dapat meraih keberhasilan.

Berdasarkan uraian tersebut, maka penulis tertarik untuk mengkaji lebih dalam dan mengemukakan dalam bentuk skripsi atau karya tulis ilmiah dengan judul “ANALISIS STRATEGI BISNIS DALAM RANGKA MENINGKATKAN PENJUALAN KARGO ROYAL BRUNEI AIRLINES PADA RUTE JAKARTA – BANDAR SERI BEGAWAN TAHUN 2010/2011”.

B. Perumusan Masalah
1.Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraikan yang telah dipaparkan dalam latar belakang masalah, bahwa analisis SWOT bertujuan untuk menyusun strategi-strategi jangka panjang sehingga arah dan tujuan perusahaan dapat dicapai dengan jelas dan dapat segera diambil keputusan, serta mengatisipasi perubahan dalam menghadapi pesaing, dengan adanya hal ini, maka penulis mengumpulkan identifikasi masalah sebagai berikut :
a.Menurunnya hasil yang dicapai pada tahun 2008 sampai dengan 2010 sehingga tidak mencapai target perusahaan.
b.Bertambahnya maskapai penerbangan sejenis yang menjual ruang kargo untuk rute yang sama sehingga pembagian pasar untuk pengiriman kargo Royal Brunei Airlines menjadi berkurang.
c.Berkurangnya volume penjualan ruang kargo ekspor.
d.Kurangnya promosi melalui media.
e.Kurangnya pelatihan dan pendidikan bagi karyawan.
f.Pelayanan yang belum maksimal.
g.Jumlah agen kargo yang masih kurang.

2.Batasan Masalah
Karena ruang lingkup yang berkaitan dengan strategi pemasaran pada kargo di Royal Brunei Airlines sangat luas, maka penulis membatasi masalah dalam ruang lingkup yaitu : strategi meningkatkan penjualan pengiriman kargo ekspor pada pada Royal Brunei Airlines di Bandara Internasional Soekarno–Hatta di tahun 2011.

3.Pokok Permasalahan
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut di atas, maka pokok permasalahan dalam penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut:
a.Bagaimana faktor internal yang meliputi kekuatan dan kelemahan pada penjualan kargo Royal Brunei Airlines rute Jakarta – Brunei pada tahun 2010?
b.Bagaimana faktor eksternal yang meliputi peluang dan ancaman pada penjualan kargo Royal Brunei Airlines rute Jakarta – Brunei pada tahun 2010?
c.Bagaimana strategi bisnis untuk meningkatkan penjualan kargo pada Royal Brunei Airlines rute Jakarta – Brunei di tahun 2011?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.Tujuan Penelitian
a.Untuk mengetahui faktor internal yang meliputi kekuatan dan kelemahan pada kargo Royal Brunei Airlines.
b.Untuk mengetahui faktor eksternal yang meliputi peluang dan ancaman pada kargo Royal Brunei Airlines .
c.Untuk mengetahui strategi bisnis dalam rangka meningkatkan penjualan kargo ekspor pada Royal Brunei Airlines di tahun 2011.

2.Manfaat Penelitian
a.Bagi Penulis
Untuk menambah wawasan serta pengetahuan mengenai analisis SWOT dan strategi pemasaran pengangkutan kargo yang dilakukan oleh Royal Brunei Airlines di Bandara Udara Internasional Soekarno–Hatta, serta salah satu syarat kelulusan dalam program jenjang Sarjana (S1).
b.Bagi Perusahaan
Diharapkan kiranya dapat menjadi bahan masukan serta bahan pertimbangan dalam setiap pengambilan keputusan dan langkah–langkah kebijakan, agar perusahaan dapat melihat secara obyektif kondisi dari lingkungan internal maupun eksternal perusahaan, sehingga perusahaan dapat meraih keunggulan dalam bersaing dengan para pesaingnya.
c.Bagi Lembaga STMT Trisakti
Sebagai informasi tambahan dan ilmu pengetahuan mengenai proses kegiatan analisis SWOT terhadap bidang manajemen pemasaran untuk memenuhi target penjualan dan merebut pangsa pasar, serta perencanaan strategi perusahaan untuk mencapai keunggulan bersaing dan menciptakan produk yang sesuai dengan keinginan konsumennya.

4.Metodologi Penelitian
Di dalam pengumpulan data serta keterangan-keterangan yang diperlukan, dipergunakan beberapa teknik pengumpulan data. Hal ini dimaksudkan agar diketahui teknik yang dipergunakan dalam upaya memperoleh data. Adapun metode yang dipergunakan dalam penulisan skripsi ini adalah sebagai berikut:
1.Metode Pengumpulan data
a.Penelitian Lapangan (Field Research)
Metode perkumpulan data dan informasi dengan mengadakan tinjauan langsung ke perusahaan guna mengamati secara langsung objek yang di teliti. data ini merupakan data primer yang akan diteliti dalam menganalisis topik yang akan di pilih. untuk memperoleh data ini, yaitu melalui:
1) Wawancara
Yaitu teknik pengumpulan data dengan berkomunikasi tanya jawab secara langsung dengan empat orang yang diberikan wewenang untuk memberikan data dengan mencatat jawaban dari responden atas pertanyaan dari peneliti (atau kolaboratornya) sebagai pewawancara (interviewer) dengan alat atau instrumen interview schedule (daftar wawancara).
2) Kusioner
Yaitu metode pengumpulan data dengan cara memberikan angket atau berupa selebaran pertanyaan.

3) Observasi
Yaitu melakukan pengamatan dan pencatatan langsung fakta yang dijumpai pada objek penelitian serta data yang diberikan oleh perusahaan.

b. Penelitian keperpustakaan
Penelitian ini dimaksudkan untuk mencari, membaca, mencatat dan mengumpulkan bahan bacaan dari literatur yang terdapat diperpustakaan serta data-data dari sumber-sumber tertentu yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.

2.Metode Analisis data
Teknik analisis data yang penulis gunakan adalah analisis SWOT. Analisis yang merupakan salah satu model lingkungan perusahaan yang berfungsi untuk menjelaskan pertanyaan dimana posisi perusahaan sekarang, serta menjelaskan strategi apa yang nantinya cocok digunakan untuk perusahaan agar kelemahan serta ancaman yang dimiliki saat ini dapat dijadikan kekuatan serta peluang yang membuat perusahaan dapat bersaing dengan perusahaan asing.
Analisis SWOT menurut Freddy Rangkuti (2009:18–19) adalah identifikasi faktor secara sistematis untuk memutuskan strategi perusahaan. Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (Strengths) dan peluang (Opportunities), namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (Weaknesses) dan ancaman (Threats).
Beberapa bentuk dari penerapan model formulasi strategi yang disusun berdasarkan analisis yang diperoleh dari penerapan model SWOT, antara lain
1.Tabel IFAS dan EFAS
Dalam tabel IFAS (Internal Strategic factors AnĂ¡lisis Summary) dirumuskan faktor-faktor strategis internal dalam kerangka kekuatan (Strengths) dan kelemahan (Weaknesses) perusahaan. Dimana faktor–faktor strategis internal tersebut diberikan bobot, rating, dan skor, tahapnya adalah :
a.Tentukan faktor-faktor yang menjadi kekuatan serta kelemahan perusahaan dalam kolom 1.
b.Beri bobot masing-masing faktor tersebut dengan skala mulai dari 1,0 (paling penting) hingga 0,0 (tidak penting), berdasarkan pengrauh faktor-faktor tersebut terhadap posisi strategis perusahaan. (Semua bobot tersebut jumlahnya tidak boleh melebihi skor total 1,00)
c.Hitung rating (dalam kolom 3) untuk masing-masing faktor dengan memberikan skala mulai dari 4 (outstanding) sampai dengan 1 (poor), berdasarkan pengaruh faktor tersebut terhadap kondisi perusahaan yang bersangkutan. Variabel bersifat positif (semua variabel yang masuk kategori kekuatan) di veri nilai mulai dari +1 sampai dengan +4 (sangat baik) dengan membandingkannya dengan rata-rata industri atau dengan pesaing utama. Sedangkan variabel yang bersifat negatif, kebalikannya.

Tabel I.1 Faktor Strategi Internal
( 1 ) ( 2 ) ( 3 ) ( 4 ) ( 5 )
Faktor Strategi
Internal Bobot Rating Skor Pembobotan Komentar
Kekuatan :
 …
 …
 …
Kelemahan :
 …
 … …
Total skor
pembobotan 1.0



Begitu pula dengan tabel EFAS (Eksternal Factors Analysis Summary) yang juga dirumuskan faktor–faktor strategi eksternal dalam kerangka peluang (Opportunities) dan ancaman (Threats) perusahaan. Dimana faktor-faktor strategis eksternal tersebut diberikan bobot, rating, dan skor. Dan berikut cara-cara penentuan Faktor Strategi Eksternal (EFAS) :
a.Susunlah dalam kolom 1 (5 sampai dengan 10 peluang dan ancaman)
b.Beri bobot masing-masing faktor dalam kolom 2 mulai dari 1,0 (sangat penting) sampai dengan 0,0 (tidak penting). Faktor-faktor tersebut kemungkinan dapat memeberikan dampak terhadap faktor strategis.
c.Hitung rating (dalam kolom 3) untuk masing-masing faktor dengan memberikan skala mulai dari 4 (outstanding) sampai dengan 1 (poor) berdasarkan pengaruh faktor tersebut terhadap kondisi perusahaan yang bersangkutan. Pemberian nilai rating untuk faktor peluang bersifat postif (peluang yang semakin besar diberi rating +4, tetapi jika peluangnya kecil, diberi rating +1). Pemberian nilai rating ancaman adalah kebalikannya.
d.Kalikan bobot pada kolom 2 dengan rating pada kolom 3, untuk memperoleh faktor pembobotan dalam kolom 4. Hasilnya berupa skor pembobotan untuk masing-masing faktor yang nilainya bervariasi mulai dari 4,0 (outstanding) sampai dengan 1,0 (poor).
e.Gunakan kolom 5 untuk memberikan komentar atau catatan mengapa faktor-faktor tertentu dipilih dan bagaimana skor pembobotannya dihitung.
f.Jumlah skor pembobotan (pada kolom 4), untuk memperoleh total skor pembobotan bagi perusahaan yang bersangkutan. Nilai total ini menunjukkan bagaimana perusahaan tertentu bereaksi terhadap faktor-faktor strategis eksternalnya. Total skor ini dapat digunakan untuk membandingkan perusahaan ini dengan perusahaan lainnya dalam kelompok industri yang sama.
Tabel I.2 Faktor Strategi Eksternal
( 1 ) ( 2 ) ( 3 ) ( 4 ) ( 5 )
Faktor Strategi
Eksternal
Bobot
Rating Skor Pembobotan
Komentar
Peluang :
 …
 …
 …
Ancaman :
 …
 … …
Total skor
pembobotan 1.0

Sumber : Freddy Rangkuti (2008:22-24)


2.Analisis SWOT
Hasil perhitungan skor dari faktor-faktor strategis internal berupa kekuatan (strengths) dan kelemahan (weaknesses) dan faktor-faktor strategi eksternal berupa peluang (opportunities) dan ancaman (threats) yang digambarkan pada diagram analisis SWOT.

Analisis menurut diagram ini terdiri dari empat kuadran, antara lain:
Kuadran 1 : Ini merupakan situasi yang sangat menguntungkan . Perusahaan tersebut memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growth Oriented Strategy).
Kuadran 2 : Meskipun menghadapi berbagai ancaman, perusahaan ini masih memiliki kekuatan dari segi internal. Startegi yang harus diterapkan adalah menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang jangka panjang dengan cara strategi diversifikasi (produk/pasar).
Kuadran 3 : Perusahaan menghadapi peluang pasar yang sangat besar, tetapi di lain pihak, ia menghadapi bebrapa kendala/kelemahan internal. Kondisi bisnis pada kuadran ini mirip dengan Question Mark pada BCG matrik. Fokus strategi perusahaan ini adalah meminimalkan masalah-masalah internal perusahaan sehingga dapat erebut peluang pasar yang lebih baik.
Kuadran 4 : Ini merupakan situasi yang sangat tidak menguntungkan, perusahaan tersebut menghadapi berbagai ancaman dan kelemahan internal.

3.Strategi matriks SWOT atau TOWS
Hasil dari analisis masing–masing kuadran, maka dapat dilanjutkan ke dalam model–model kuantitatif perumusan strategi. Strategi matriks SWOT ini dapat menggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman eksternal yang di hadapi perusahaan dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya.

TABEL 1.3 MATRIK TOWS
Matrik ini dapat menghasilkan empat set kemungkinan alternatif strategis, yaitu:
a.Strategi SO
Strategi ini dibuat berdasarkan jalan pikiran perusahaan, yaitu dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya.

b.Strategi ST
Ini adalah strategi dalam menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan untuk mengatasi ancaman.
c.Strategi WO
Strategi ini diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada.
d.Strategi WT
Strategi ini didasarkan pada kegiatan yang bersifat defensif dan berusaha meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman.

4.IE matriks
Matriks internal eksternal ini dikembangkan dari model General Electric (GE–Model). Parameter yang digunakan meliputi parameter kekuatan internal perusahaan dan pengaruh eksternal yang dihadapi. Tujuan penggunaan model ini adalah untuk memperoleh strategi bisnis di tingkat korporat yang lebih detail.




TABEL I.4 INTERNAL – EKSTERNAL MATRIK

Total Skor Faktor Strategi Internal

I Pertumbuhan
II Pertumbuhan
III Penciutan
IV Stabilitas
V Pertumbuhan/ Stabilitas
VI Penciutan
VII Pertumbuhan
VIII Pertumbuhan
IX Likuidasi

Beberapa keterangan Matrik Internal-Eksternal (IE Matrik), untuk melihat strategi yang tepat untuk diterapkan oleh perusahaan, yaitu:
1. Kolom (I) : Strategi konsentrasi melalui integrasi vertikal.
2. Kolom (II) : Strategi konsentrasi melalui integrasi horizontal.
3. Kolom (III) : Strategi turnaround.
4. Kolom (IV) : Strategi stabilitas.
5. Kolom (V) : Strategi konsentrasi melalui integrasi horizontal atau stabilitas (tidak ada perubahan terhadap laba).
6. Kolom (VI) : Strategi divestasi.
7. Kolom (VII) : Strategi diversifikasi konsentrik.
8. Kolom (VIII) : Strategi diversifikasi konglomerat.
9. Kolom (IX) : Strategi likuidasi atau bangkrut.

E. Sistematika Penulisan
Untuk mendapatkan gambaran secara keseluruhan dari penulisan skripsi ini. Sistematika penulisan yang dibuat akan diuraikan secara singkat. Adapun sistematika penulisan skripsi ini ada di halaman selanjutnya.
BAB I PENDAHULUAN
Dalam bab ini dibahas latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, metode penelitian, dan sistematika penulisan.
BAB II LANDASAN TEORI
Pada bab ini akan diuraikan tentang definisi dan teori – teori yang berhubungan dengan pokok bahasan skripsi ini seperti, manajemen strategi, manajemen pemasaran, manajemen transportasi, kargo udara serta metode analisis SWOT.
BAB III GAMBARAN UMUM ROYAL BRUNEI AIRLINES
Bab ini berisi tentang sejarah singkat perusahaan dan organisasi perusahaan Royal Brunei Airlines, serta kegiatan perusahaan.
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Dalam bab ini dibahas mengenai analisis data dengan menggunakan analisis SWOT dengan memperhatikan pada kelemahan dan kekuatan yang dimiliki perusahaan Royal Brunei Airlines (kargo) serta ancaman dan peluang yang dimiliki.
BAB V PENUTUP
Bab ini merupakan bab terakhir, dalam bab ini dikemukakan kesimpulan dan saran-saran kepada Royal Brunei Airlines (kargo) yang mungkin akan bermanfaat bagi perusahaan.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar